Feeds:
Pos
Komentar

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SENI MUSIK DI KELAS III A  SMA ……………… TAHUN AJARAN 2011/2012 MELALUI PENINGKATAN KUALITAS AKUSTIK RUANG KELAS

OLEH:

I NYOMAN TRIYANUARTHA

3467

ANGKATAN 65

PROGRAM AKTA MENGAJAR IV

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ……………………

……………..

2011

KATA PENGANTAR

                Puji syukur penulis panjatkan kepada  Yang Maha Kuasa bahwa atas rahmat dan karunia-Nya, penulis telah dapat menyelesaikan Poposal Penelitian Tindakan Kelas. Adapun judul PTK yang penulis laporkan adalah MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SENI MUSIK DI KELAS III A  SMA ………….. TAHUN AJARAN 2011/2012 MELALUI PENINGKATAN KUALITAS AKUSTIK RUANG KELAS
Dalam menyelesaikan laporan ini penulis tidak akan berhasil tanpa bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada yang terhormat :

  1. ……………. sebagai pembimbing yang tanpa henti-hentinya memberikan dorongan, mencurahkan pikiran, serta meluangkan waktu untuk membimbing penulis hingga terselesaikannya laporan ini.
  2. Seluruh pengajar Universitas ………………….. yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan selama kuliah serta membantu kelancaran dalam menyelesaikan laporan ini.
  3.  semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan laporan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu- persatu.

Semoga tulisan ini dapat berguna bagi bagi semua orang.

 

 

Salam Hormat

 

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Bab I Pendahuluan

  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penelitian
  4. Manfaat Hasil Penelitian

Bab II Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis

  1. Landasan Teori
    1. Prestasi Belajar Seni Musik

a)     Pengertian Prestasi Belajar Seni Musik

b)    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Seni Musik

1)    Tenaga Pendidik Yang Profesional

2)    Sarana Pendidikan Yang Lengkap

3)    Suasana Belajar Yang Tenang

  1. Akustik Ruang Kelas

a)     Pengertian Akustik Ruang

b)    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Akustik Ruang

1)    Kemampuan Penyerapan Suara

2)    Kemampuan Pemantulan Suara

3)    Kemampuan Penyebaran Suara

c)     Peningkatan Kualitas Akustik Ruang Kelas

  1. Hilangkan Bising Yang Paling Dominan
  2. Kurangi Dengung Ruangan
  3. Kurangi Jarak Dengan Murid
  4. Kerangka Berfikir
  5. Hipotesis Tindakan

Bab III Metode Penelitian

  1. Setting Penelitian
    1. Waktu Penelitian
    2. Tempat Penelitian
    3. Subjek Penelitian
    4. Sumber Data
    5. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data
      1. Metode Pengumpulan Data
        1. Format Observasi Kegiatan Guru Dan Siswa
        2. Tes Unjuk Kerja
        3. Kuisioner
  2. Alat Pengumpulan Data
    1. Observasi
    2. Instrumen Penelitian
    3. Catatan Lapangan Dan Format Observasi
    4. Validasi Data
    5. Analisis Data
    6. Indikator Kinerja
    7. Prosedur Penelitian
      1. Perencanaan
      2. Tindakan
        1. Siklus I
        2. Siklus II
  3. Refleksi

Sumber

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pelajaran Seni Musik di kelas III A SMA ………… dapat diajarkan dengan cara praktek dan pemberian teori. Namun tidak selamanya proses pembelajaran tersebut dapat berjalan dengan lancar, hal ini dapat diakibatkan oleh berbagai sebab. Salah satunya yaitu yang datang dari situasi dan kondisi kelas itu sendiri, sebagai contohnya kondisi ruang kelas yang  memiliki akustik ruangan yang kurang menunjang.

Dengan adanya kondisi lapangan yang terdapat kendala pada proses pembelajaran Seni Musik, maka untuk mengatasi masalah yang dihadapi dengan cara meningkatkan kualitas akustik ruang kelas III A. Sehingga pembelajaran Seni Musik dapat berjalan dengan baik dan menjadi lebih kondusif bagi kelas itu sendiri. Peningkatan kualias akustik ruang kelas perlu dilakukan agar memperoleh kondisi yang ideal bagi pembelajaran Seni Musik yang sebagian pembelajarannya dilakukan melalui proses mendengar. Apabila memiliki ruang kelas yang disertai dengan akustik ruangan yang baik maka siswa-siswi akan dapat mendengar dan mengenal bunyi, suara dan karya Seni Musik dengan lebih berkualitas. Apabila pembelajaran telah mampu dilakukan dengan optimal maka siswa-siswi akan dapat mengetahui berbagai ilmu tentang Seni Musik dan mampu mengapresiasi karya-karya Seni Musik yang disajikan di dalam kelas, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar Seni Musik di kelas III A SMA ………..

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan rumusan diatas, maka masalah yang diangkat dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat dirumuskan sebagai berikut:

Bagaimana meningkatkan prestasi belajar Seni Musik di kelas III A SMA ……….. tahun ajaran 2011/2012 melalui Peningkatan Kualitas Akustik Ruang Kelas ?

  1. Tujuan Penelitian

Memperhatikan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian tindakan kelas ini secara khusus adalah untuk memperoleh situasi dan kondisi pembelajaran yang kondusif dalam mempelajari Seni Musik.

Penelitian tindakan kelas secara umum juga bertujuan untuk, 1). Memperbaiki situasi dan kondisi serta kualitas pembelajaran di kelas, 2). Meningkatkan layanan profesional dalam konteks pembelajaran di kelas, 3).  Memberikan kesempatan guru untuk melakukan tindakan dalam pembelajaran yang direncanakan di kelas, 4). Memberikan kesempatan guru untuk melakukan pengkajian terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan.

  1. Manfaat Hasil Penelitian
  2. Bagi siswa, dapat meningkatkan minat dalam mempelajari Seni Musik, sehingga Seni Musik menjadi mata pelajaran yang menarik dan dapat dikembangkan serta mampu meningkatkan prestasi belajar Seni Musik.
  3. Bagi peneliti, dapat dijadikan sebagai pengalaman penelitian tindakan kelas dan menambah point dalam kenaikan pangkat serta untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui upaya penelitian yang dilakukan.
  4. Bagi guru, dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengevaluasi terhadap pembelajaran yang sudah berlangsung. Juga merupakan upaya pengembangan kurikulum di tingkat kelas, serta untuk mengembangkan dan melakukan inovasi pembelajaran.
  5. Bagi sekolah, dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memotivasi guru untuk melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien dengan menerapkan Peningkatan Kualitas Akustik Ruang kelas.

BAB II

LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

A. Landasan Teori

  1. Prestasi belajar Seni Musik

a)      Pengertian Prestasi Belajar Seni Musik

            Prestasi belajar banyak diartikan sebagai seberapa jauh hasil yang telah dicapai siswa dalam penguasaan tugas-tugas atau materi pelajaran yang diterima dalam jangka waktu tertentu. Prestasi belajar pada umumnya dinyatakan dalam angka atau huruf sehingga dapat dibandingkan dengan satu kriteria (Prakosa, 1991)[1].

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahwa yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah “penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru”[2].

            Jadi dapat disimpulkan prestasi belajar Seni Musik ialah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran Seni Musik,  umumnya dinyatakan dalam angka atau huruf.

b)      Faktor-faktor yang mempengaruhi Prestasi belajar Seni Musik

1)      Tenaga pendidik yang profesional

Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Professional berasal dari kata profesi yang mempunyai makna menunjuk pada suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan pada pekerjaan itu.

Dapat disimpulkan bahwa pendidik yang professional yaitu pendidik yang memiliki keahlian, tanggung jawab, dan kesetiaan pada pekerjaan.

2)      Sarana pendidikan yang lengkap

Sarana pendidikan merupakan hal yang penting dalam berlangsungnya proses pembelajaran. Yang dimaksud dengan sarana pendidikan yaitu seperti papan tulis, kursi, meja, ruang kelas dan lain sebagainya. Lengkap atau tidaknya sarana pendidikan di suatu sekolah akan membawa dampak bagi prestasi siswa. Hal itu disebabkan karena proses pembelajaran yang terjadi dipengaruhi oleh ketersediaan sarana, apabila sarana pendidikan sangat menunjang maka sangat memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang optimal.

3)      Suasana belajar yang tenang

Suasana belajar yang tenang akan membuat peserta didik merasa nyaman. Rasa nyaman bukan hanya karena ruangan yang sejuk melainkan bagaimana setiap peserta didik  merasakan bahwa ia ada di lingkungan yang dapat dipercaya, dapat diandalkan, seperti yang mereka dapatkan di lingkungan keluarganya. Para ahli meyakini bahwa ada keterkaitan erat antara perasaan nyaman, diterima, dan dicintai dengan kemampuan belajar.

Para ahli neurologi menyatakan bahwa apabila rasa nyaman ini sudah diperoleh anak, maka otak anak akan mengeluarkan zat ephineprine yang membuat anak merasa senang, rileks, dan zat tersebut mendorong syaraf bagian kortek siap untuk menerima pembelajaran. Lingkungan yang tenang dan nyaman dapat mempengaruhi proses pembelajaran agar menjadi lebih optimal.

  1. Akustik ruang kelas

a)      Pengertian akustik ruang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian Akustik yaitu 1 a mengenai atau berhubungan dng organ pendengar, suara, atau ilmu bunyi: saraf –; 2 n Kom rancangan dan sifat khusus ruang rekaman, pentas, auditorium, dsb.; 3 n tempat rekaman atau reproduksi suara dilaksanakan; 4 n keadaan ruang yg dapat mempengaruhi mutu bunyi.

Akustik Ruang terdefinisi sebagai bentuk dan bahan dalam suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi. Akustik sendiri berarti gejala perubahan suara karena sifat pantul benda atau objek pasif dari alam. Akustik ruang sangat berpengaruh dalam reproduksi suara, misalnya dalam gedung rapat akan sangat memengaruhi artikulasi dan kejelasan pembicara.       Akustik ruang banyak dikaitkan dengan dua hal mendasar, yaitu: Perubahan suara karena pemantulan dan Gangguan suara tembusan suara dari ruang lain (Wikipedia.com).

b)      Faktor-faktor yang mempengaruhi Akustik ruang.

1)      Kemampuan penyerapan suara

Kemampuan menyerap suara pada suatu ruangan dipengaruhi dari bahan yang lunak dan memiliki pori-pori yang terdapat dalam ruangan tersebut. Apabila terdapat bahan dengan kapasitas yang sesuai maka ruang tersebut akan memiliki daya serap suara yang baik.

2)      Kemampuan pemantulan suara

Kemampuan memantulkan suara pada suatu ruangan dipengaruhi dari bahan  keras yang terdapat dalam ruangan tersebut. Apabila terdapat bahan yang keras dengan jumlah yang tepat maka pemantulan suara dapat terjadi dengan maksimal.

3)      Kemampuan penyebaran suara

Kemampuan penyebaran suara dapat dimunculkan dengan menggunakan bahan yang berstruktur tidak rata atau bergelombang. Suara yang diterima akan dipantulkan secara terpencar sehingga terjadi penyebaran suara.

c)      Peningkatan kualitas akustik ruang kelas

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas akustik ruang kelas:

  1. Hilangkan bising yang paling dominan

Sumber bising yang paling dominan akan mudah diketahui. Bising lalu lintas dapat dikurangi dengan menutup jendela yang mengarah ke jalan, kalau perlu diberi tambahan karet untuk menambal rongga antara jendela dan kusen. Tentu saja harus  ada jendela lain (yang menghadap ke arah lain) yang dibuka untuk kebutuhan ventilasi. Bila sumber bising adalah mesin pendingin udara (AC), maka barangkali perlu dipertimbangkan untuk menggunakan AC split yang sumber bisingnya bisa diletakkan jauh dari kelas.

  1. Kurangi dengung ruangan

Dengung ruangan dapat dikurangi dengan mengurangi permukaan dinding yang keras. Hal ini dapat dilakukan dengan menutup dinding dengan tirai yang agak tebal. Menutup dinding belakang kelas dengan tirai ini sudah cukup membantu mengurangi dengung. Mengganti plafon dengan bahan akustik adalah hal lain yang bisa dilakukan, bila dananya mencukupi. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menambah bahan yang menyerap suara di dalam ruangan. Semua bahan yang berpermukaan lunak dan berpori sebenarnya dapat digunakan untuk ini. Kalau ada dananya, tentunya bahan akustik akan lebih baik.

  1. Kurangi jarak dengan murid

Dalam model pengajaran tradisional, guru selalu berdiri di depan kelas sehingga anak-anak yang duduk di belakang akan sulit mendengarkan pelajaran bila kondisi lingkungan sangat bising. Hal ini dapat dihindari bila guru tidak lagi berdiri di depan kelas, tetapi di tengah, dengan formasi bangku yang melingkar atau setengah lingkaran. Ada banyak lagi cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas akustik dalam proses belajar-mengajar. Tulisan ini hanyalah ajakan bagi kita semua (guru, orang tua murid, pengurus sekolah, pemerintah) untuk lebih memperhatikan lingkungan akustik ruang kelas.

  1. Kerangka Berfikir

Proses pembelajaran Seni Musik adalah hal yang penting dalam suatu satuan pendidikan, proses tersebut dapat terlaksana dengan baik apabila didukung dengan sarana yang menunjang dan berkualitas. Salah satu upaya untuk memperoleh sarana yang menunjang dan berkualitas yaitu dengan melakukan peningkatan kualitas akustik ruang kelas yang digunakan dalam pembelajaran Seni Musik. Apabila memiliki ruang kelas yang disertai dengan akustik ruangan yang baik maka siswa-siswi akan dapat mendengar dan mengenal bunyi, suara dan karya Seni Musik dengan  lebih berkualitas. Berdasarkan kajian teori dan kerangka berfikir diatas , diduga peningkatan kualitas akustik ruang kelas dapat  meningkatkan prestasi belajar Seni Musik kelas III A SMA ……………. tahun ajaran 2011/2012.

  1. Hipotesis Tindakan

Hipotesis yang diajukan dalam proposal ini adalah:

“Melalui peningkatan kualitas akustik ruang kelas dapat meningkatkan prestasi belajar Seni Musik kelas III A SMA ………. Tahun Ajaran 2011/2012.”

BAB III

METODE PENELITIAN

  1. Setting Penelitian
  2. Waktu penelitian:

a)      Penelitian dilakukan selama 3 bulan, Desember s.d Februari. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester Genap Tahun pelajaran 2011/2012.

b)      Penelitian dilakukan pada waktu yang telah ditentukan karena mempertimbangkan efisiensi waktu efektifitas tindakan.

  1. Tempat penelitian:

a)      Lokasi penelitian: ………………….

b)      Penentuan lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan dalam proses mencari data yang tergolong mudah, peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai.

  1. Subjek Penelitian

Subjek Penelitian : siswa kelas III A SMA ………… sebanyak 40 orang, 18 Siswa Perempuan dan 22 siswa laki-laki.

C. Sumber Data

Sumber data penelitian adalah siswa kelas III A SMA …………. tahun ajaran 2011/2012 Sebagai subyek penelitian.

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Validasi Data

  1. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dengan menggunakan instrumen monitoring berupa

1)      Format observasi kegiatan guru dan siswa.

Format observasi kegiatan guru digunakan untuk melihat apakah guru sudah melaksanakan tindakan secara optimal sesuai dengan skenario pembelajaran. Format observasi kegiatan siswa digunakan untuk melihat peran aktif siswa dalam mengikuti pembelajaran.

2)      Test Unjuk Kerja

Test berupa soal  berbentuk praktik unjuk kerja yang harus dikerjakan siswa setiap akhir siklus untuk mengukur kemampuan musik dan hasil belajar siswa.

3)      Kuisioner

Kuisioner diberikan setiap akhir tindakan pada tiap siklus untuk mengetahui persepsi dan kesan siswa terhadap pelaksanaan tindakan.

  1. Alat Pengumpulan Data:

1)      Observasi

Agar data dapat dianalisis dengan mudah, observasi dilakukan dengan menggunakan instrument observasi. Pada saat diskusi peran serta siswa diklasifikasikan dalam 3 kategori :

a)      Kurang, jika siswa pasif tidak berperan serta dalam proses pembelajaran musik

b)      Sedang, jika siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran, tetapi kurang  berhubungan dengan materi lagu .

c)      Baik, jika siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran dan dapat menerapkan kemampuan bermusik.

2)      Instrument Penelitian

Instrument penelitian ini adalah catatan lapangan format observasi tes penugasan praktik  musik.

3)      Catatan lapangan dan format observasi

Catatan lapangan dan format observasi yang dipakai untuk menjaring data proses pelaksanaan siklus putaran I dan II melalui pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti. Catatan lapangan dan format observasi berisi kata–kata kunci yang perlu dikembangkan berdasarkan peristiwa yang terjadi pada saat pembelajaran.

E. Validasi Data

Validasi dan reabilitas instrumen/data digunakan practically validity/reability, artinya sepanjang peneliti dan guru mitra memutuskan bahwa istrumen layak digunakan maka instrumen/data tersebut dapat dinyatakan valid dan reliabel. Untuk meningkatkan validasi akan digunakan pula strategi berikut, yakni:

Face validity, Setiap anggota saling menilai/memutuskan validitas suatu instrument/data dalam proses kolaborasi.

F. Analisis Data

Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif  berdasarkan hasil observasi terhadap proses dan hasil belajar siswa dengan langkah sebagai berikut:

  1. Melakukan reduksi, yaitu mengecek dan mencatat kembali data-data yang telah terkumpul.
  2. Melakukan interpretasi, yaitu menafsirkan selanjutnya diwujudkan dalam bentuk pernyataan.
  3. Melakukan inferensi, yaitu menyimpulkan apakah dalam tindakan pembelajaran ini terjadi peningkatan proses dan hasil belajar siswa atau tidak berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan bersama observer.
  4. Tahap tindak lanjut, yaitu merumuskan langkah-langkah perbaikan untuk siklus berikutnya.
  5. Pengambilan kesimpulan, diambil berdasarkan analisis hasil observasi yang disesuaikan dengan tujuan penelitian, kemudian dituangkan dalam bentuk interpretasi berupa kalimat pernyataan.

Dari kelima langkah tersebut, selanjutnya menetapkan pedoman peningkatan kualitas belajar seni musik dengan indikator sebagai berikut:

  1. Hasil belajar psikomotorik personal dinyatakan meningkat jika skor postes siklus I meningkat dari postes siklus II, dengan standar ketuntasan belajar  ≥ 79 sebagaimana ditentukan dalam KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) mata pelajaran Seni Musik di SMA …………
  2. Kemampuan penerapan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sosial dinyatakan meningkat jika skor postes  siklus I meningkat dari skor postes siklus II, dengan standar ketuntasan belajar  ≥ 79 (soal tes berupa kemampuan menyelesaikan penugasan praktik musik , mengambil keputusan, berpikir dan bersikap kritis, kreatif, dan improvisatif).
  3. Aktivitas siswa/proses belajar pada aspek psikomotorik grup (kemampuan bekerja sama) dan afektif (kemauan menghargai orang lain) dinyatakan meningkat jika mengalami peningkatan dari siklus ke siklus pada pembelajaran musik.

G. Indikator Kinerja

Penelitian ini dianggap berhasil jika telah memenuhi indikator kinerja berikut:

  1. Sekurang-kurangnya 75% siswa menunjukkan peran aktif dalam kegiatan pembelajaran seni musik di kelas.
  2. Sekurang-kurangnya 75% siswa mendapat nilai ulangan di atas kriteria ketuntasan minimal ( KKM ) yang telah ditentukan.

H. Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas terdiri dari 2 siklus. Prosedur penelitian yang diterapkan dalam antara lain:

  1. Perencanaan

Berdasar masalah yang terjadi di kelas dan penyebabnya yang telah diuraikan pada latar  belakang, peneliti melakukan rencana untuk memperbaiki masalah tersebut. Hal-hal yang dilakukan peneliti dalam tahap ini meliputi penyampaian materi pelajaran, praktik Seni Musik, ujian akhir.

  1. Tindakan (Action)/ Kegiatan. Setelah mengembangkan hal-hal di atas, peneliti siap melakukan tindakan perbaikan dikelas. Artinya peneliti melakukan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun. Selamapembelajaran ini,peneliti dibantu oleh satu orang pengamat yang merupakan guru Seni Musik di SMA ……….. Pengamat bertugas mengamati aktivitas guru dan siswa dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Siklus yang digunakan dalam melaksanakan tindakan yaitu:
  2. Siklus I, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup.
  3. Siklus II (sama dengan I)
    1. Observasi, ada tiga data dibutuhkan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah criteria keberhasilan sudah tercapai atau belum. Ketiga data tersebut adalah :
    2. Data aktivitas guru selama pembelajaran perbaikan. Data ini diperoleh dari hasil pengamatan pengamat menggunakan lembar pengamatan aktivitas guru.
    3.  Data aktivitas siswa selama pembelajaran perbaikan. Data ini diperoleh dari hasil pengamatan pengamat menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa.
    4. Data aktivitas siswa selama melakukan ujian praktik .Data ini diperoleh dari hasil pengamatan guru menggunakan lembar pengamatan aktivitas siswa.
      1. Refleksi, dimana perlu adanya pembahasan antara siklus–siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian. Data-data yang diperoleh pada tahap pengamatan kemudian dibandingkan dengan kriteria keberhasilan. Bila kriteria tercapai, maka peneliti tidak melakukan tindakan lagi. Bila belum tercapai, maka peneliti mengidentifikasi kelemahan-kelemahan pada tindakan yang sudah dilakukan. Berdasarkan kelemahan-kelemahan itu, peneliti membuat rencana baru untuk memperbaikinya. Ini berarti peneliti masuk ke siklus berikutnya yaitu siklus 2 (tahap perencanaan) Hal-hal yang perlu diperbaiki dapat berupa metode/cara penyelesaian masalahatau RPP atau media pembelajaran. Rencana perbaikan tersebut kemudian dilaksanakan (tahap pelaksanaan tindakan siklus 2). Selama melakukan tindakan, peneliti kembali diamati oleh rekan pengamat dan pada akhir tindakan peneliti melaksanakan ujian praktik (tahap pengamatan siklus 2). Data-data yang diperoleh kemudian di bandingkan dengan kriteria keberhasilan (tahap refleksi siklus 2). Bila criteria keberhasilan tercapai maka siklus berhenti. Bila belum  tercapai peneliti mengulang lagi dan masuk ke siklus berikutnya, begitu seterusnya sampai kriteria keberhasilan tercapai.

SUMBER :

www. Wikipedia.com, diakses melalui modem Telkomsel Flash, Oktober 2011

http://mahera.net/2011/01/arti-pengertian-definisi-prestasi-belajar/, diakses melalui modem Telkomsel Flash, tanggal 1 Oktober 2011, pukul 14.44 WITA.

http://www.scribd.com/doc/17318020/Prestasi-Belajar-Kajian-Teoritis, diakses melalui modem Telkomsel Flash, tanggal 1 Oktober 2011, pukul 14.44 WITA.

http://www.aliffamilly.blogspot.com/2011/05/proposal-ptk-seni-budaya-smp.html, diakses melalui modem Telkomsel Flash, tanggal 7 November 2011, pukul 14.18 WITA.

http://sainsmediaku.wordpress.com/2011/03/25/contoh-proposal-ptk-ipa/, diakses melalui modem Telkomsel Flash, tanggal 7 November 2011, pukul 14.18 WITA.

http://goeswarno.blogspot.com/2010/01/contoh-proposal-ptk.html, diakses melalui modem Telkomsel Flash, tanggal 11 November 2011, pukul 12.43 WITA.

http://www.scribd.com/doc/32236490/Proposal-Ptk-Seni-Budaya, diakses melalui modem Telkomsel Flash, tanggal 12 November 2011, pukul 13.23 WITA.


[1] http://mahera.net/2011/01/arti-pengertian-definisi-prestasi-belajar/, diakses melalui modem Telkomsel Flash, tanggal 1 Oktober 2011, pukul 14.44 WITA.

[2] http://www.scribd.com/doc/17318020/Prestasi-Belajar-Kajian-Teoritis, diakses melalui modem Telkomsel Flash, tanggal 1 Oktober 2011, pukul 14.44 WITA.